SELAMAT HARI RADIO NASIONAL

SELAMAT HARI RADIO NASIONAL

Like
100
0
Monday, 11 September 2017
Sola Info

Setiap 11 September seluruh radio Indonesia selalu memperingati Hari Radio Nasional. Kenapa tanggal 11 September? Ternyata ada sejarahnya lho Sahabat Sola. Yuk simak beberapa info tentang hari radio nasional.

Hari Radio Nasional juga sekaligus diperingati sebagai hari kelahiran Radio Republik Indonesia (RRI) yang didirikan pada 11 September 1945. Itu juga yang menjadi sebab mengapa peringatan Hari Radio kerap disebut juga sebagai Hari RRI. RRI didirikan kurang lebih satu bulan setelah radio Hoso Kyoku dihentikan pada 1945.

Saat itu, tidak ada media penyebaran informasi pasca kemerdekaan. Padahal, radio luar negeri mengabarkan tentara Inggris yang mengatasnamakan sekutu akan menduduki Jawa dan Sumatera.

Ada berita penting yang harus segera disiarkan saat itu, yakni kabar Inggris akan melucuti tentara Jepang dan mengamankan Indoneia hingga Belanda dapat berkuasa kembali dan Belanda yang masih diakui kedaulatannya atas Indonesia dan akan mendirikan pemerintahan bernama Netherlands Indie Civil Administration (NICA).

Atas keadaan genting ini, orang-orang yang pernah aktif di radio akhirnya tergerak bahwa radio adalah sarana informasi yang diperlukan oleh Indonesia. Akhirnya, delapan orang wakil dari bekas radio Hosu Kyoku bertemu di Jakarta.

Kedelapan orang tersebut adalah Abdulrahman Saleh, Adang Kadarusman, Soehardi, Soetarji Hardjolukita, Soemardi, Sudomomarto, Harto, dan Maladi.

Pada 11 September 1945 pukul 17.00 WIB, mereka berkumpul dan diterima oleh Sekretaris Negara di bekas gedung Raad Van Indje, Pejambon. Dari pertemuan itu, dibuatlah sejumlah keputusan, yakni terbentuknya Persatuan Radio Republik Indonesia yang kemudian meneruskan penyiaran dari 8 stasiun di Jawa, dibuatnya RRI sebagai alat komunikasi rakyat, serta mengimbau semua hubungan antara pemerintah dan RRI disalurkan melalui Abdulrachman Saleh.

Setelah pemerintah menyanggupi, pada 24.00 WIB, delegasi dari 8 radio di Jawa mengadakan rapat di kediaman Adang Kadarusman. Delegasi tersebut adalah Soetaryo dari Purwokerto, Soemarmad dan Soedomomarto dari Yogyakarta, Soehardi dan Harto dari Semarang, Maladi dan Soetardi Hardjolukito dari Surakarta, dan Darya, Sakti Alamsyah dan Agus Marahsutan dari Bandung. Sedangkan Malang dan Surabaya tidak memiliki delegasi perwakilan yang ikut rapat pada malam hari itu. Hasil dari rapat tersebut adalah terbentuknya RRI dengan Abdulrachman Saleh sebagai pimpinannya.

Begitulah sejarah singkat mengapa tanggal 11 September selalu diperingati sebagai hari radio nasional. Kalau dulu radio hanya digunakan untuk menyiarkan berita, sekarang radio sudah memiliki beragam manfaat dan inovasi.

Selain untuk menyiarkan berita, radio sekarang menjadi sarana penyebaran trend dan info- info menarik. Seperti lagu lagu terbaru, info mengenai selebriti, tips tips untuk keseharian, sandiwara radio hingga ada pula wawancara dengan sumber sumber berkualitas yang dapat menambah informasi pendengarnya.

Radio juga berpengaruh pada bagaimana cara orang mendengarkan musik pada sebuah generasi. Bagi Sahabat Sola yang berusia 20 tahun ke atas, tentu masih ingat rasanya meminta lagu ke penyiar dan mengirim lagu untuk kerabat dan teman dekat.

Di industri musik, radio menjadi salah satu media penyebaran lagu. Ada masanya, dan masih terjadi hingga kini, dimana radio juga sangat berpengaruh pada lagu apa yang menjadi hits dan tren musik seperti apa yang sedang diminati.

Selamat Hari Radio Nasional Sahabat Sola. Staytune dengerin SolaGracia terus yaa 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *